Wednesday, October 8, 2003

Syair Rindu, Ghazal Hujan

maka kusalinlah garis-garis hujan

ke dalam baris syair, ghazal hujan



engkau yang riang menyanyikan dingin

mengulang refrain, hingga tinggal hujan



engkau yang muram mengurung murung

merintih nafas, lalu suara sengal hujan



di ujung setiap gerimis: siulan angin

siapa hati kanak tak mengigal hujan



buah-buah jatuh, lebah kupu meneduh

dalam genang kenang, sepenggal hujan



jiwaku, ada yang tak pernah basah padamu

sesak berjejal (tak terurai) dalam sesal hujan





okt 2003