Thursday, October 30, 2003

Menjemput Manis Anggur*

Ikutilah, ikutilah, padang ini setaman-bunga

Ikutilah, ikutilah, ini waktu bagi sang kekasih,

Ikutilah, sekali-seluruhnya, setiap jiwa, seluruh dunia

Mandikan dirimu di pancuran emas panah matahari.

Hinakan mereka yang menyempal tanpa kerabat

Tangisilah dia yang menyendiri, tinggalkan kekasih sendiri.

Setiap orang mesti bangkit, menebarkan kabar,

Yang terbelenggu memutus rantai, tinggalkan kurungan.

Tabuhlah tambur tanpa ragu, dan tahanlah bicara,

Fikir-hati mengalir jauh, sebelum jiwa membumbung punjung.

Hari yang luar biasa, luar biasa, seperti Hari Pengadilan,

Buku hidup tak lagi berdaya, hilang tenaga.

Diamlah, diamlah, bertudunglah, bertudunglah,

Jemput manis anggur, campakkan masam kecut.



* Syair ke-50 Diwani Shams Tabriz

Jalaluddin Rumi. Judul dari HA