Sunday, December 14, 2003

[Ruang Renung # 42] Membaca & Mencintai Puisi Lain

MENULIS puisi, mestinya berangkat dari mencintainya. Mencintai puisi. Semua puisi. Tidak hanya karya kita sendiri. Juga puisi-puisi siapa saja. Riwayat hidup para penyair biasanya selalu diisi dengan cerita tentang kecintaan mereka kepada karya-karya penyair lain yang terdahulu. Chairil Anwar banyak membaca dan mengalihbahasakan karya asing, termasuk sajak Rainer Maria Rilke.



TAPI mencintai orang lain, bukan berarti kita menjadi orang yang kita cintai bukan? Maksud pertanyaan ini adalah: jika kita mencintai puisi penyair lain, bukan berarti kita harus membuat puisi-puisi seperti yang kita cintai itu. Mestinya, mencintai juga bagian dari upaya kita untuk menemukan diri kita sendiri di dalam karya-karya kita.[hah]