Wednesday, December 24, 2003

Pada Sebuah Layar Gambar

Syair Li Po



Dari manakah gerangan dua belas puncak Wu-Shan!

Dari sudut surgakah mereka terbang lalu datang

ke layar gambar yang permai terpermanai?

Ah, pinus-pinus kesepian berdesis dalam angin!

Istana-istana Yang-tai, melayang nun jauh di sana --

Oh, kemurungan hati --

Dimana tempat tidur raja berhias permata

berlapis kain brokat tersembunyi muram --

Pembantunya peri kecil, manis menggairahkan

masih membayang datang dalam sia-sia!



Di sini hanya seberapa kaki

tapi serasa beribu mil jauhnya.

Terjal dinding batu, berkilau biru merah

Bagai selembar bordir memesonakan.

Betapa hijau pohon-pohon di kejauhan,

melingkar di sungai dan jalan Cing-men!

Dan kapal-kapal itu -- terus bertolak

mengambang di atas muka perairan Pa.

Air yang menyanyi di atas batu cadas

di antara bukit-bukit tak terbilang,

kabut bercahaya dan rumput memberahikan.



Berapa tahun sejak bunga lembah ini mekar,

tersenyum bagi matahari?

Dan lelaki mengembara di sungai,

lama tak mendengar jeritan kera-kera?

Siapa saja yang menatap gambar ini,

Akan tersesat dalam kekekalan;

Dan memasuki pegunungan Sung yang sakral,

Dia akan bermimpi ada di gemilang awan-awan.