Saturday, April 28, 2007

ensiklopuisi

                                                    :  akmal nasery basral

umur:
apakah hari? Bumi berputar dan kita menua!
     apakah bulan? Bumi melingkar dan kita menunda!
     apakah tahun? Bumi tak beranjak, kita tak berduka!
     apakah umur? Kita bertanya sebanyak-banyaknya
     dan mencari jawaban sesempatnya saja.

     "Umur hanya menegaskan kita: betapa fana!"


hidup: buku besar yang kau robek selembar-selembar,
     diam-diam ada yang dengan tekun mengumpulkan,
     dan dia sangat kecewa ketika ditemukannya pada
     robekan itu kau tak menuliskan apa-apa. Dia ingin
     sekali mengingatkanmu:

    "Apa yang nanti bisa kubacakan untukmu ketika
     semua lembar di buku besarmu telah kau habiskan?



rumah : yang membiru di tubuh dan kaki petualang, melangkah
     pulang ke halaman dan tangga yang ramah ; yang berburu
     jauh pergi ke gunung ke lembah, mengembalikan
     tangan ke lumpur sawah ; yang berguru pada langit lepas,
     makin bisa merangkum semilir harum bunga tanah.

      "Dia berumah pada engkau, kaukah juga padanya?"


tangan: I. genggamlah lumpur persawahan, dapatkan bau perjalanan ;
     peganglah duri rotan, nikmati lukanya ; peluklah batang kayu
     hutan, bagikan detak jantung kehidupan; sentuh akar rerumputan,
     bayangkan ketabahan ; biarkanlah hinggap kupu-kupu, lalu
     lepaskan ; sentuh gerak sungai dan basah hujan, bentangkanlah
     sepi, lalu tadahkan; panaskan batu, lalu bikin api sekedar
     menyalakan malam.

     "Akan kucium dahulu, bila tangan-Mu & tanganku berpegangan!"

     II. di tangan anak-anak berilah kebebasan, dia akan menggambar
     dunia dengan garis-garis di telapaknya ; di tangan perempuan berilah
     sehelai kain dan setangkai bunga, dia akan menyulam indah
     huruf namanya dan mengabadikan wangi di ujung kukunya ;
     di tangan lelaki berilah kayu dan batu, dia akan mencari sebidang
     tanah lalu meletakkan batu sebagai tanda dan mendirikan tiang
     pertama sebuah rumah ; di tangan orangtua, dekatkan wajah dan
     bacakanlah kisah perjalanan yang dia tuliskan di sela-sela jarinya.

     "Di tangan-Nya, berikan tanganmu, berikan semua tanganmu!"