Monday, February 9, 2004

[Ruang Renung # 60] Hiruk Pikuk di Luar Puisi

    DI LUAR puisi, ya di luar puisi ada yang asyik berdebat. Saling menarik urat leher. Mereka memperdebatkan puisi. Mereka mengatasamakan puisi. Ikuti saja perdebatan itu, kemanapun berujungnya, atau bahkan kalau pun ia tak berujung kemana-mana, kusut ruwet, ikuti saja.



    Ikuti saja walau kita sendiri tak mengerti. Mereka yang berdebat itu memang luar biasanya pedulinya kepada puisi. Puisi kadang memang menarik untuk diperdebatkan. Atau barangkali memang takdir puisi salah satunya adalah menjadi bahan perdebatan. Bukankah puisi itu sendiri tak pernah tuntas didefinisikan? Bukankah ada seorang Sutardji yang bilang: Puisi adalah apa yang diniatkan oleh penulisnya. Nah, sebuah pernyataan yang sangat menarik untuk diperdebatkan bukan?[hah]