Tuesday, August 15, 2006

Kami Mau Lenganmu Sepanas Senapan

---- Aku suka pada mereka yang berani hidup --- Chairil Anwar

/1/
JANGAN dekati taman
Kami cuma nama di makam-makam

Ketika napas lepas, tinggal tubuh membau membusuk.

Percuma mengingat kematian, kami ingin hirup harum nama-nama muda.

Di sini kami memeluk kesunyian. Sebagai hukuman.
Bendera yang kami perjuangkan, hanya cukup untuk kafan.

Tangan cuma sedepa bentang: kami tak sempat tamat
Memberi zat, pada tiap putik air dan serat tanah.

Waktu akan tetap saja bikin malam, bikin siang, pagi dan petang.
Cuma ombak berganti gelombang. Siapa jaga pantai dari rebutan hilang?

/2/
JANGAN dekati taman
Pun bila ada kau dengar sedu dan sedan.

Mata dan mulut kami memang belum
hampa dari sia-sia, dari kecengengan, dari dendam pada
peluru yang membawa maut ke jantung kami dulu.

Bahkan lumut di udara tak ingin baca nama-nama
ia hapus kami dari batu nisan di makam-makam.

Baiklah mengingat kehidupan, kami ingin jantungmu selekas peluru.

/3/
JANGAN dekati taman.

Terang rumput di padang, menunggu kau ajak ternak
Subur lumpur di sawah, menanti kau turun membajak
Semak di belantara, menantang datang perburuan.

Pergilah menuju ke semua arah.

Ke makam-makam ini jangan pernah ingin singgah.
Ketika habis darah, sudah bukan pahlawan.

Tak guna mengenang pertempuran, kami mau lenganmu sepanas senapan.