Tuesday, December 11, 2007

Gurindamikael: Hakikat Lidah

di bawah pikulan yang kaku itu
adalah pundakku
sejarah berjalan ke saujana
dengan lagu berduri


("Beban", D Zawawi Imron)

LIDAH, lelahkah pundak memikul beban bicara?
Dari ucap ke ucap, bawa sepasang keranjang.

O lebat sekali kata-kata tertampung telinga
O licinnya serapah menggelincir di kakilidah

Lidah, pergilah ke sunyi, pergilah ke senyap
Sebentarkan punggung, nyandar ke rahasia suara.

Lelahkah menelusuri jalan penyebutan, lidah?
Bibir hanya secelah, betapa gegap gema nama.

O kenapa muaramulut luka mengucap-ucap darah?
O kenapa duri-dusta tertikam pada tubuhlidah?

O lidah Ali Haji, Zawawi, Abdul Hadi, Tardji
Lidah yang terang, mengucap niscaya cahaya.

Lidah, kemanakah pundak kaki punggung mulut
bersama memanggul sepasang keranjang kata?