Tuesday, December 9, 2003

Tiga Segitiga

Dari Triangle, Sajak Pablo Neruda



Tiga segitiga sekawanan burung memintas

di atas samudera tak berbatas yang terus meluas

musim sedang dingin, hijau bagai gergasi buas.

Segalanya terhampar di sana, kesunyian

kelam yang tak terlipatkan, cahaya memberat

di cakrawala, sebilangan daratan kini dan nanti.

Di atas segala, sekawanan burung melintas

Terbang

dan terbang lagi

burung-burung berbulu gelap, tubuh musim dingin

segitiga-segitiga yang gemetar

burung yang sayap-sayapnya

mengepak kalut, mengepak kuat, sanggup

mengangkat mendung yang beku, hari yang gersang

dari sini ke sana, satu ke tempat lainnya

di sepanjang pesisir negeri Chili.

Aku di sini, di satu langit ke langit lainnya.

Gemetarnya burung-burung bermigrasi

meninggalkanku terbenam di sisiku, di sisi diriku sendiri

seperti sumur yang tak berujung dalamnya

digali lorong melingkar tak teralih.

Kini, burung-burung itu tak lagi ada

Bulu-bulu hitam laut

burung besi,

dari lereng curam ke pilar cadas

dan kini di malam hari

Aku ada di depan kekosongan. Ini musim dingin

Cakrawala meluas

dan laut telah meletakkan

wajahnya yang biru

topeng yang teramat dingin.