Monday, December 15, 2003

[Ruang Renung # 43] Puisi Setengah Hati

PUISI apa yang dihasilkan jika ditulis dengan setengah hati atau setengah tenaga kreatif saja? Tidak ada. Puisi bisa dianggap sebagai sebagai proses lahirnya seorang bayi. Kehamilan yang setengah jalan tidak akan melahirkan bayi yang sempurna. Itu bahkan bukan kelahiran: tetapi keguguran, atau paling untung, lahir prematur. Bayi yang lahir prematur tidak akan keras tangis pertamanya. Tak akan menggemaskan celotehnya.



Begitu pula puisi. Maka, apabila kita benar-benar ingin menulis puisi, ingin hamil puisi, pastikan bahwa rahim kreatif kita benar-benar telah siap untuk mengandung benih-benih puisi. Kita juga harus benar-benar bisa merasakan, kapan puisi-puisi kita cukup bulan dan harus segera dilahirkan. Kita juga harus rela apabila pada suatu selang masa kita harus memberakan rahim kreati kita: menunda dahulu kelahiran puisi lain supaya yang terlahir kelak adalah puisi-puisi yang tidak kurang gizi.



Kata mereka, puisi adalah anak-anak kreatif yang lahir dari persetubuhanmu yang sakral dan menggelorakan nafsu dengan nilai-nilai hidupmu. Begitulah.[hah]