Tuesday, April 25, 2006

3 Hal yang Sebenarnya Hendak Kusampaikan
Kalau Aku Bisa Singgah Ngobrol di Rumahmu


: Selamat Ulang Tahun untuk Budi Darma

1. Aku akan bertanya apakah loteng di rumahmu
disewakan untuk orang yang tak jelas alamat
di KTP seperti aku. Jejakkucuma gema puisi.
Terusir dari sepi ke sepi. Kulihat nyala terang
di ruang tamumu, dan suara ketik ketak
huruf-huruf diberdayakan. Singgah, aku segan.
Aku sibuk menduga engkau sedang menulis kisah,
kelanjutan tentang pria yang mencintai sepotong
jalan. Di Bloomington. "Ah, tak mungkin. Tak
mungkin aku betah dengan ketabahan yang sudah
berpuluh tahun kau buktikan."

2. Aku mau mengajakmu jalan-jalan. Aku mau
kisahkan, petualanganku dari buku ke buku, dari
ragu ke ragu, dari lagu ke lagu, sesat di hutan
pertanyaan yang entah sejak kapan merimbun dalam
ingatan. "Mungkin sejak ada yang bilang, hei mengarang
itu gampang, kan?" Dan sejak itu aku percaya, kalimat
itu adalah sebuah karangan yang paling gampang,
untuk menipu orang yang tak punya kartu anggota
perpustakaan, tak punya kartu lisensi menunggang
kendaraan seperti aku ini. Tapi, aku kira kamu capek
seharian berususan dengan kalimat-kalimat dengan
dugaan-dugaan, dengan adegan-adegan. "Mungkin aku
bisa saja mencari jawaban dalam percakapan-percakapan
yang kau ciptakan."

3. Aku ingin bilang bahwa aku teknisi komputer gratisan.
"Komputermu pernah juga rusak kan?" Kamu akan mengiyakan.
Aku ingin tambahkan, bahwa virus di komputermu sudah
parah tak ketolongan. Aku harus kerja semalaman. Padahal,
ini cuma akal-akalan, Tuan. Aku ingin mencuri rancangan
cerita. Aku ingin menculik tokoh-tokoh yang kau reka.
"Tapi, ah aku takut bila kau ternyata lebih licik dari
aku. Aku takut kau ringkus aku, cukup dengan sebuah kata
dengan tulisan tanganmu."