Saturday, February 15, 2003

Kenangan Berwarna Hijau Tua



ia datang serentak hujan, bunga mayang yang

luruh bersama setelah penyerbukan, dengung lebah

riuh bilah-bilah, rumput ditebas rebah, aih

rasanya tak cukup telinga mendengar dua belah.



(yang lebih megah dari konser sederhana ini, adakah?)



ia datang bersama arus sungai yang menuding ke wajah muara

kesanakah mengalir semuanya? dulu kutanyakan pada

anak-anak udang galah, jawabnya: tak perlu kau bertanya,

dulu kutanya juga pada angin lincah, jawabnya: tanyakan

saja pada akar kelapa, lalu kutanya pada tanah yang tabah,

jawabnya: sudahlah, nanti kau akan tahu juga.



(aku tidak bertanya pada laut jauh yang mengirim pasang waktu subuh)



masih saja, ia datang bersama hujan, bunga kenangan

yang tak mau luruh, menggenangkan aku ke tanya tak bermuara tak berhulu.



Feb 2003