Monday, February 24, 2003

Hari Sobek Lembar Demi Lembar



segegas februari selekas januari, di ujung

kalender: desember nunggu teramat sabar

merayakan keusangan waktu, lembar demi

lembar (tanggal yang tak sempat tergambar)



ia tertibkan debar, ia rapikan gentar



ia benci kalender -- angka-angka tak terbagi --

yang angkuh sungguh mengulur-ulur umur

ia dengar gemetar sobek hari-hari, mengingatkan

dus merahasiakan bilangan hitung mundur



begitu ngantuk, ia tak ingin tidur





Feb2003