Thursday, September 8, 2005

Surat untuk Almarhum Datu

Sajak Ted Kooser

Melihat hidupku kini, Datu harus turut bahagia.
Aku sudah diajari menjadi petani kertas.
Mejaku adalah ladang lapang tak bergulma.
Telah kuantar jauh kerumun gagak ketakutanku,
dan kematianku adalah tegak sebatang oak
menghitam dalam jarak. Bulan cemerlang,
- tanda kami cukup uang - mencorong di pundakku,
lewat seperti selama ini ia berlalu. Datu musti menjenguk
rumahku, istriku dan anak-anakku.
Kami cukup makan dan kami tidur nyaman,
jengkerik yang berbahagia bernyanyaian
di taman. Seperti yang Datu ajarkan
kamu saling menjaga diri. Aku bayar pajak;
tiap minggu aku bernyanyi di gereja.
Aku menolak untuk percaya bahwa hidupku
ada tersebab kematian jiwa lainnya.


Letter To Dead Forebears

You would be pleased with my life.
I have been taught the farming of papers.
My desk is a field free of weeds.
I have driven away the crows of my fears,
and my death is a lone oak cackling with blackness
off in the distance. The bright moon
of good money looks over my shoulder,
passing its regular phases. You would approve
of my house, my wife, and my children.
We eat well and sleep peacefully,
the cricket of happiness ticking away
in the garden. As you did,
we keep to ourselves. I pay my taxes;
I give weekly to the church of my choice.
I refuse to believe that my life
is the cause of the murder of others.