Monday, March 8, 2004

Suara Sisifus Tertawa

Kata-kataku diperanakkan tanpa ibu,

menguji janji, berkelana bersamaku.



: memburu kehendak nasib terburuk,

murka yang mengundang badai kutuk.



"Sebenarnya sia-sia saja, Saudara,"

kau dengar? Suara Sisifus tertawa!



Kita toh tidak pernah punya rumah,

kepada siapa durhaka tersembah.



Maret 2004