Thursday, March 25, 2004

[Ruang Renung # 70] Duduk, Membentang Peta, Membaca....

   SEORANG kawan penyair, tiba-tiba menghilang. Dia tidak menulis puisi lagi. Dia mengaku tak bisa lagi menulis puisi. Dia mungkin terpesona dengan puisi-puisinya sendiri yang dulu dia tuliskan. Dia mengenang bagaimana dulu puisi itu berlahiran. Mengalir dari penanya. Tapi, saat ini, dia mungkin tak terdorong lagi menulis puisi. Puisi menjauhinya? Puisi pergi meninggalkannya?



old map



   MENYAIR adalah kerja kreatif. Perlu lagikah kita ulangi kalimat ini? Ada yang wajib kita elakkan dalam kerja ini, yakni pengulangan. Mengulang apa yang sudah dituliskan orang lain, atau mengulang apa yang sudah pernah kita ciptakan sebelumnya, selayaknya memang bukanlah sesuatu yang menggairahkan. Kemana kita menuju? Padahal kita toh tak bisa berhenti setelah melangkah sejauh ini? Buka lagi peta, rancang lagi sebuah penjelajahan baru. Eksplorasi tak boleh berhenti. Di peta yang terbentang, bisa terpampang gamplang: wilayah mana yang belum kita kunjungi. Daerah mana yang paling menantang untuk segera ditaklukkan.



   TENTU saja, kita harus merancang dulu peta kepenyairan kita sendiri. Ah, repot amat, kata sebagian pencinta puisi. Kita toh menulis puisi tidak selalu harus jadi penyair. Ya, bagi yang menjawab seperti ini, tentu baginya tak perlu peta. Dia adalah pejalan kaki yang hanya lewat sambil sesekali tergoda untuk membuat catatan. Kebetulan catatan itu puisi bentuknya. Biarkan saja, itu bukan sebuah kesalahan.



   MAKA, mari. Menilik lagi semua puisi, sudah sejauh apa kita dalam pengembaraan ini. Mari melihat lagi sahabat-sahabat yang dulu seiring, yang dulu sempat berpapasan di beberapa persimpangan, yang sempat bertemu sekejab di persinggahan terakhir. Mari, duduk sebentar. Meluruskan kaki. Melihat seluruh jejak yang tertinggal di telapak sepatu. Mengepaskan letak topi. Mari melihat lagi peta, memberi tanda pada setiap jalan yang pantas kita beri tanda. Sebagai catatan. Sebagai petunjuk. Sudah seberapa banyak kita menaklukkan puncak-puncak dalam peta diri kita sendiri?[hah]