Thursday, December 2, 2010

Kami Tak Dengar: Ketuk Penjual Pisau

MATAKU pintu ke gua besar, sarang kelelawar liar
Kalau kalian dengar hingar, itu bara yang membakar 
Jantung kami, seperti sesaji, agar malam lekas jadi 

Kami sepasang api, saling memanasi, berulangkali 
Terbakar, terkurung lingkar unggun yang kian besar 
Kami tidak bisa keluar, kami tidak ingin keluar!
 
Dinding kamar adalah asap yang beku mengendap
Mengedap, menolak cahaya dan suara, menyenyap,
Menggelap. Kami tak dengar ketuk: penjual pisau...