Monday, February 23, 2009

Bukan Batu Petir Ponari

AKU akan melupakan Nobel Sastra, apalagi
cuma Khatulistiwa Literary Award (KLA)

dan

aku akan merasa berhasil mengatasi
semua angkatan dalam sejarah sastra

dan

aku tak akan lagi takjub pada mantra
Tardji, imaji Sapardi, balada Rendra

dan

aku tak akan menulis puisi lain lagi

bila

kutemukan sajak sebait saja, bait
yang ajaib yang kalau kubacakan

maka

orang melupakan batu petir ponari itu

lalu

mereka yang sedang sakit tersembuhkan
mereka yang dikepung sedih terhiburkan
mereka yang lama miskin tercukupkan
mereka yang diam bisu tersuarakan
mereka yang dirampas lumpur tergantikan