Sunday, April 27, 2003

Air Mata Bunda Hawa



BERHARI-hari hanya bermuram terdiam,

sejak terjebak sendiri di bumi yang diam,

Hawa akhirnya memetiki pucuk-pucuk

rindunya yang diam, lalu menyeduhnya

bersama hangat air mata yang menggenangkan

basah diam-diam.



ITULAH air mata yang pertama menetesi dunia,

itulah tangis pertama yang menyendukan malam.



LALU ia bergumam, nyaris seperti diam:

"Kusuguh ini kelak hanya padamu, Adam."

Agar kau tahu betapa pahitnya rasa rinduku.

Pahit yang dalam. Pahit yang bertahan diam.



Apr 2003