Tuesday, June 3, 2008

Penyulap Hamburger Penyisih Salju

Sajak Hasan Aspahani


        : Sigit Susanto

DI negeri itu dia bicara dengan dua bahasa, dan
sejuta kata lain yang menyusun tata bahasa baru,
bahasa hatinya. Ia mengetuki pintu buku, dan bila
tak ada sahutan ia akan mengincar jendela.

"Buku itu mungkin memang pintu ke sebuah surga,
tapi yang pasti ia jendela mengintai lorong-lorong
dunia," katanya padaku, lewat telepon tengah malam.

Ada jendela juga di hatinya. Jendela yang ia buka
selebar-lebarnya, dan dari sana terbanglah sebuah
buku ke arahku, buku yang ia tulis dengan bahasa
barunya itu. Katanya, "kalau kakiku tak berjejak di
lorongmu, setidaknya hatiku telah bicara padamu."

Aku tentu mengenali sudah huruf-huruf di bukunya itu.
Dia, si penyulap laparku dengan hamburger porsi besar,
dia si penyisih raguku, seperti menyisih bukit salju.