Friday, October 24, 2003

[Ruang Renung # 10] Belajar Orgasme Puisi

Tak ada sekolah untuk jadi penyair. Tak ada gelar untuk sarjana puisi. Belajar puisi tak punya cara lain selain, menyukainya, jatuh cinta padanya, menggaulinya penuh gairah dan menuliskannya tanpa bosan dan putus harap. Menulis puisi pada mulanya mestinya cukup untuk itu saja: menulis puisi saja. Titik. Tanpa beban lain, misalnya ingin jadi penyair! Ingin populer karena puisi. Kenikmatan dan kegairahan harus didapatkan mula-mula pada keasyikan menuliskan puisi. Dan puncaknya ketika puisi itu dianggap selesai.



Sepatah kata Irving Layton layak dikutip disini. Kalau puisi itu seperti orgasme, katanya, seorang akademisi bisa disamakan engan seseorang yang mempelajari bercak noda berahi di seprai. Penyair bukan pencari noda di tempat tidur pagi hari. Dia adalah orang yang meninggalkan noda disitu setelah menikmati orgasme puisi pada malam perenungannya.[ha]