Saturday, October 4, 2003

Menunggu Puisi

masih ada

seujung sendok nescafe

cukup untuk segelas kopi

buat menunggu puisi.



di luar: gerimis deras

dingin tempias,

ah, betapa sapardi.



lalu datang bayang

kukira dialah puisi

ranum, samar senyum

mengulur jemari



: kenalkan, namaku prosa....

katanya, namanya prosa?