Saturday, October 11, 2008

Aku Dengar Alfred Ticoalu Memutar Jazz

/1/

Gerimis, aih, yang semakin genit,
menari menunggangi menit-menit

/2/

Gerimis, aih, yang semakin berlapis,
derap baris, menebal di tepi pelipis

/3/

Adakah gerimis yang tak sampai?
Ia yang terkibas, sangkut di lambai

lambai yang lekas, kembali bergegas,
jangan aku memungut bekas-bekas.

/4/

Jangan percaya pada cuaca,
kata nasihat lama, angin bisa
berdusta, gerimis bisa ia
permainkan sesuka hatinya....

/5/

Siapa memetik senar sepimu? Lepas
lagu demi lagu, meningkah jantungmu

Berdentingan, dan kau curiga pada
jemari gerimis itu, ia ciptakan jazz
bersama angin yang parau mengembus
dari lorong kosong paru-parumu

/6/

Kemana kau cari riuh gerimismu?
di lekuk kelok sungai tak ada

/7/

Aih, akhirnya, reda jua, kau redakan
sepimu, sepi redakan gerimismu,
gerimis meredakan degup jantungmu.

Siapa yang akan bilang selamat tinggal?