Thursday, July 26, 2007

Paragraf yang Ia Curi dari Penyair Asing Itu

         IA berjalan dan ia merasa matahari itu sedang mengikutinya. Kenapa kau ikuti aku, matahari? Begitu ingin ia bertanya begitu. Tapi ia terus saja berjalan tanpa mengikuti keinginannya sendiri agar bertanya kepada matahari yang terus saja ia rasa terus mengikutinya. Ia curiga pada matahari itu, ia ikut curiga pada Engkau, ia curiga Engkaulah yang menyuruh matahari itu mengikutinya. Semakin jauh ia berjalan, semakin ia merasa matahari itu semakin dekat saja seperti dekatnya dia dengan jalan yang sedang ia jalani. Hei, sekarang, matahari itu ada di depannya, dan ia curiga jangan-jangan matahari itu curiga ia sedang mengikuti matahari. Ia curiga jangan-jangan matahari juga ingin sekali bertanya padanya kenapa ia mengikuti matahari itu. "Jangan!" tiba-tiba saja ia dengar seruan seru itu. Ia tak tahu siapa tadi yang berseru, diakah atau matahari itu? Atau jangan-jangan....


Sajak lain tentang penyair asing itu: 
* Terjemah untuk Sajak-Sajak Kecil yang Tak
Pernah Selesai Dituliskan Penyair Asing Itu