Wednesday, December 20, 2006

Emily Dickinson (1830–86). Complete Poems. 1924.
Part Four: Time and Eternity

XXIII

BUMI yang singkat, bisa ku pahami,
Dan mahaduka itu meraja.
Dan membilang-bilang luka.
Tapi untuk apa ia ada?

Kita kelak mati, aku bisa tahu jua,
dan hidup yang paling hidup
pun hanya takluk membusuk,
Tapi untuk apa ia ada?

Di surga nanti, aku bisa mengerti,
akan ada tempat sama tinggi,
dan kesetaraan baru terberkati,
Tapi untuk apa ia ada?