Wednesday, June 11, 2003

Sajak Arloji Mati



"JAM berapa sekarang?" tanya arloji pada sebuah

pergelangan tangan, "sudah seharian aku mati."



MESKI tak mendengar pertanyaan itu, lelaki yang

mengenakan arlogi gelisah, lalu memutar-mutar

knop, menggeser-geser jarum panjang pendek,

sambil menebak mendongak di mana gerangan

matahari. Tapi, di ruang keberangkatan itu tak

ada yang ia cari, kecuali jam dinding besar dan

poster iklan arloji. Lelaki itupun tersenyum. Senyum

yang tidak dimengerti oleh arloji yang sudah

seharian mati di pergelangan tangannya sendiri.



Jun 2003