Sunday, June 15, 2003

Pada Taman Kasih



(diterjemahkan dari

The Garden of Love,

sajak William Blake)




Membaring tubuh di tebing sungai,

Di sana Kasih pun terbaring lunglai;

Di antara gemuruh deru basah arus

Kudengar tangis, tangis yang terus.



Lalu aku pun beralih ke semak yang sesak,

Pada duri dan onak terbuang tercampak;

Yang berkisah tentang sakit tersingkir,

Demi yang disucikan, didesak-diusir.



Pun beranjak aku ke Taman Kasih,

Kulihat apa yang tak pernah kujumpa;

Sebuah Kuil dibangun tepat di tengah,

Pernah aku bermain, pada warna hijaunya.



Pintu Kuil ini rapat terkunci

"Kau Terlarang!" terbaca pada gerbang;

Maka, ke Taman Kasih, aku kembali

Bunga-bunga manis menggali lubang.



Dan kulihat di sana kini merebak makam

Dan nisan merebut tempat bunga mekar;

Dan pembaca talkin melintas berjubah hitam

Mengisap girang takdir, berpipa mawar liar.